Pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi mengenai MinIO, yaitu obcject storage untuk menyimpan file-file seperti gambar, dokumen dan lain-lain. MinIO adalah sistem High Performance Object Storage yang bersifat open-source. Sederhananya, MinIO memungkinkan kita memiliki layanan penyimpanan data seperti AWS S3 (Amazon Simple Storage Service) atau Google Cloud Storage, tetapi dijalankan di server kita sendiri (On-Premise) atau di cloud pribadi.
Mengapa MinIO Populer ?
- S3 Compatible: MinIO menggunakan protokol API yang sama persis dengan AWS S3. Artinya, aplikasi yang dibuat untuk AWS S3 bisa beralih ke MinIO tanpa perlu mengubah kode program, cukup ubah URL endpoint-nya saja.
- Kecepatan
Tinggi: Didesain untuk performa tinggi, mampu menangani throughput
data yang besar (cocok untuk AI/ML, analytics, dan backup).
- Cloud
Native: Sangat ringan dan dibuat khusus untuk berjalan di lingkungan
kontainer (Docker/Kubernetes).
- Hemat
Biaya: Tidak ada biaya egress (biaya transfer data keluar)
seperti pada public cloud provider jika Anda host sendiri.
Use Case (Contoh Penggunaan)
- Menyimpan
upload user (foto profil, dokumen) untuk aplikasi web/mobile.
- Menyimpan
file backup database.
- Repository
data untuk Machine Learning.
- Server (bisa linux atau windows)
- Docker (pastikan sudah terinstall docker)
- Nginx (untuk reverse proxy)
#touch .env (lalu isikan dengan konfigurasi berikut)
|
MINIO_USER=minioadmin |
Masuk ke directory yang sudah dibuat lalu buat file docker-compose.yml dan isi dengan konfigurasi berikut :
| version: "3.8" services: minio-service: image: minio/minio:RELEASE.2024-11-07T00-52-20Z container_name: minio restart: unless-stopped command: server /data --console-address ":9001" ports: - "9000:9000" - "9001:9001" environment: MINIO_ROOT_USER: ${MINIO_USER} MINIO_ROOT_PASSWORD: ${MINIO_PASSWORD} MINIO_SERVER_URL: https://${DOMAIN_API} MINIO_BROWSER_REDIRECT_URL: https://${DOMAIN_CONSOLE} volumes: - ./data:/data |
Sesuaikan konfigurasi diatas sesuai dengan kebutuhan dan jalankan perintah dan pastikan service berjalan
#docker compose up --build -d
Buat konfigurasi reverse proxy nginx atau bisa menggunkan konfigurasi berikut
#nano /etc/nginx/conf.d/api.example.com.conf
server { server_name api.example.com; #sesuaikan dengan domain location / { |
server { server_name example.com; #sesuaikan dengan domain location / { |
Langkah #4:
Buat certificate ssl menggunakan certbot, untuk instalasi bisa cek disini
#certbot --nginx -d api.example.com
#certbot --nginx -d example.com
Langkah #5:
jika berhasil tampilanya seperti ini

0 Komentar